
Memilih sekolah bukan hanya memilih tempat bagi anak mempelajari huruf, angka, atau teori. Ia adalah sebuah keputusan besar yang membentuk akhlak, mental, karakter, bahkan masa depan seorang anak. Setiap orang tua wajar merasa cemas, khawatir, dan berhati-hati. Karena sesungguhnya, anak bukan hanya belajar dari buku, tetapi dari lingkungan, teman, dan guru yang kelak akan mereka kenang sepanjang hayat.
Islam mengajarkan bahwa pendidikan adalah amanah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Karena itu orang tua berhak cemas, sebab sekolah adalah dunia baru yang akan ikut membentuk akhlak, perilaku, bahkan kepribadian anak. Di rumah, anak hanya mengenal orang tua. Tetapi di sekolah, ia mulai mengenal lingkungan sosial yang lebih luas. Di sinilah kebijaksanaan orang tua sangat dibutuhkan.
Ulama besar Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan pentingnya memilih lingkungan yang baik bagi anak. Beliau berkata
وَأَكْثَرُ فَسَادِ الأَوْلَادِ إِنَّمَا جَاءَ مِنْ قِبَلِ الآبَاءِ وَإِهْمَالِهِمْ لَهُمْ
Artinya: “Kebanyakan kerusakan anak berasal dari orang tua yang lalai menjaga mereka.”
Maka memilih sekolah adalah bagian dari menjaga amanah itu. Bukan sekadar memilih gedung, tetapi memilih lingkungan yang membentuk jiwa.
Ketika anak memasuki usia sekitar tiga tahun, ia mulai membutuhkan dunia sosial yang baru. Penelitian modern pun membuktikan bahwa pendidikan usia dini sangat menentukan perkembangan kognitif dan emosional. Islam sejak awal mengajarkan pentingnya pendidikan anak sedini mungkin.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ
Artinya: “Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat saat usia tujuh tahun.” (HR. Abu Daud).
Hadis ini adalah isyarat tentang pentingnya pembiasaan pendidikan dimulai dari usia dini, sebelum akal anak matang. Maka sekolah pertama haruslah tempat yang ramah, aman, penuh kasih sayang, dan menghadirkan pengalaman positif bagi anak, bukan tekanan.
Sebagaimana perkataan ulama
الصبي أمانة عند والديه، وقلبه الطاهر جوهرة نفيسة ساذجة خالية من كل نقش وصورة
Artinya: “Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci bagaikan permata murni yang siap menerima bentuk apa pun yang diberikan kepadanya.”
Maka lingkungan sekolah pertama adalah pena yang menorehkan bentuk pertama ke dalam jiwa anak.
Tidak semua anak diciptakan sama. Ada yang cepat belajar, ada yang butuh pengulangan. Ada yang mudah mematuhi aturan, ada yang kreatif dan sulit duduk diam. Ada yang berkembang dalam suasana yang hangat, ada pula yang butuh lingkungan disiplin dan terstruktur.
Islam menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi berbeda. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda
النَّاسُ مَعَادِنٌ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
Artinya: “Manusia itu ibarat tambang, bermacam-macam sebagaimana emas dan perak.” (HR. Muslim).
Karena itu orang tua perlu melihat kemampuan, karakter, dan kebutuhan anak secara jujur. Adakalanya kita perlu mendengar nasihat guru prasekolah yang lebih objektif dalam mengenali kecenderungan anak.
Sebagaimana perkataan ulama yang masyhur
التَّعْلِيمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ
Artinya: “Mengajarkan pada masa kecil bagaikan mengukir di atas batu.”
Anak-anak memiliki potensi, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Maka tugas kita adalah membantu mereka menemukan lingkungan di mana mereka tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka.
Allah ta’ala berfirman
قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: “Allah telah menetapkan kadar bagi segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 3).
Dan di antara kadar itu adalah bakat, kemampuan, serta jalan pendidikan yang sesuai bagi setiap anak.
Oleh karena itu, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat tumbuh, berbahagia, dan membangun masa depan dunia dan akhirat. Dan masa depan itu dimulai dari pilihan kita hari ini.
اللهم احْفَظْ أَبْنَاءَنَا، وَافْتَحْ لَهُمْ أَبْوَابَ الْخَيْرِ، وَاخْتَرْ لَهُمْ خَيْرَ مِمَّا نَخْتَارُ لَهُمْ
Artinya: Ya Allah, jagalah anak-anak kami, bukakan bagi mereka pintu kebaikan, dan pilihkan yang lebih baik dari apa yang kami pilihkan untuk mereka.
Aamiin 
POSTINGAN TERBARU


Jangan Salah Pilih Sekolah || Anak adalah Investasi Akhirat
December 3, 2025
No Comments

Petualangan Edukatif TK Islam Mafaaza: Mengenal Sumber Daya Air di Bendungan Bili-Bili
December 3, 2025
No Comments